Pages

Jumat, 28 Februari 2014

5 Final Liga Champions paling Dramatis Sepanjang Sejarah

Halo Semua :)
Sorry karena kesibukan ane di Real Life Blog ini jadi jarang Update + lagi Persiapan Menjelang UN SMA nih,doain ya sobat2 semua semoga saya dan teman2 saya semua lulus 100%,amin.waduh kok jadi Curhat,hehe
btw ini post pertama ane di Tahun 2014 :) langsung aja kali ini saya ingin share kepada kalian semua mengenai 5 Final Liga Champions paling Dramatis sepanjang sejarah,Langsung aja Cekidot...



Liga Champions adalah kasta tertinggi sepakbola Eropa. Liga Champions juga ajang pertempuran klub-klub terbaik dari Liga-Liga di Eropa. Banyak pemain yang rela hijrah ke klub lain dengan alasan bermain disana. Bermain di Final Liga Champions mungkin adalah impian setiap para pesepakbola profesional.
Dari beberapa edisi Final Liga Champions, ada beberapa yang berakhir dramatis. Inilah rangkuman 5 pertandingan final Liga Champions paling dramatis sepanjang sejarah Liga Champions. Beberapa pertandingan ini adalah hasil dari kerja keras para pemain yang tidak kenal lelah hingga akhir pertandingan. Sangat sulit untuk memutar-balikkan situasi apalagi dipanggung sebesar Final Liga Champions. Disinilah semangat dan mental pemain paling diuji.


5. Manchester United vs Chelsea FC - Final UCL 2007/2008 1-1 (6-5)
Tempat : Luzhniki Stadium, Moscow
Waktu : 21 Mei 2008
Gol : Cristiano Ronaldo '26, Frank Lampard '45
 
 Saat paling menegangkan : Saat adu penalti terakhir
 
Awal laga sudah disuguhkan dengan pertandingan kasar. Banyak insiden yang terjadi sehingga wasit banyak mengeluarkan kartu kuning. Ronaldo membuat MU unggul di menit 26 sebelum disamakan Lampard menit ke 45. Skor sama kuat diwaktu normal memaksa pertandingan dilanjutkan ke Extra Time. Di babak perpanjangan waktu, skor tidak berubah, hingga akhirnya dilanjutkan adu penalti. Pendukung MU sudah sangat tegang karena tendangan Ronaldo tidak masuk, kesempatan juara untuk Chelsea sudah terbuka lebar di depan mata andai Terry sebagai penendang terakhir mampu mengeksekusi penalti. Namun akhirnya karena kecerobohan Terry dan Anelka yang tidak berhasil memasukan bola, akhirnya MU menang dalam partai malam itu.

 4. FC Barcelona vs Arsenal - Final UCL 2005/2006 (2-1)
Tempat : Stade de France, Saint-Denis
Waktu : 17 Mei 2006
Gol : Campbell '37, Eto'o '76, Belleti '81
 

 Saat paling menegangkan : 15 menit terakhir.
 
Arsenal bermain luar biasa dan Campbell berhasil menjebol gawang Victor Valdes dimenit ke '37. Arsenal yang bermain dengan 10 orang sejak menit '18 sanggup menahan keunggulan hingga jeda. Saat pertandingan memasuki 15 menit terakhir, malapetaka akhirnya jatuh juga. Kemenangan yang sudah di depan mata harus sirna di telan serbuan peluru Barcelona oleh Eto'o dimenit ke '76 dan Balleti di menit ke '81. Arsenal pun gagal meraih trophy Liga Champions untuk yang pertama kalinya.


3. Bayern Munchen vs Chelsea FC - Final UCL 2011/2012 1-1 (3-4)
Tempat: Allianz Arena, Munich
Waktu: 19 Mei 2012
Gol : Thomas Muller ‘81, Didier Drogba ‘88
 


 Saat paling menegangkan : Saat adu penalti.

 
Mendominasi pertandingan, Bayern Munich baru mencetak gol melalui Thomas Muller dimenit ke-83, namun disamakan Chelsea dua menit jelang laga usai lewat tandukkan Didier Drogba. Skor imbang 1-1 memaksa pertandingan harus dilanjutkan lewat perpanjangan waktu. Di perpanjangan waktu, Munich nyaris memenangkan pertandingan jika tendangan penalti Arjen Robben tak ditepis Petr Cech. Pertandingan kemudian harus di akhiri lewat duel adu penalti. Chelsea sepertinya sudah belajar dari Final Edisi Moscow, hal ini terbukti dua eksekutor Munich gagal melaksanakan tugasnya, sementara Chelsea hanya satu orang saja yakni Juan Mata. Chelsea pun menjadi juara untuk pertama kalinya dalam ajang tersebut dan Munich gagal juara dirumahnya sendiri.



 2. AC Milan vs Liverpool - Final UCL 2004/2005 3-3 (2-3)
Tempat : Ataturk Olympic Stadium, Istanbul
Waktu : 25 Mei 2005
 Gol :Paolo Maldini '1, Hernan Crespo '39, '44, Steven Gerrard '54, Smicer '56, Xabi Alonso '60 
 
Saat paling menegangkan : Di Babak kedua dan saat Adu penalti.
Horor pada babak kedua, itulah yang dirasakan fans AC Milan. Bagaimana tidak, AC Milan leading tiga gol dibabak pertama sebelum mampu disamakan Liverpool dibabak kedua. Tampil di Ataturk Olympic Stadium, AC Milan langsung menghujam peluru ke liverpool melalui 1 gol dari maldini dan 2 gol dari Crespo. Lebih Parahnya lagi, 3 Gol tersebut terjadi di babak pertama. Disaat para petaruh AC Milan Bersenang-senang, liverpool membalas 3 gol hanya dengan selang waktu 6 menit saja ! melalui Gerard, Smicher, dan Xabi Alonso. Karena pertandingan masih imbang hingga peluit extra time ditiup, pertandingan masuk ke babak penalti, dan akhirnya liverpool memenangkanya dengan skor 3-2. Steven Gerrard berhasil membakar semgangat juang rekan-rekannya, hingga dapat memutar hasil akhir pertandingan.
   1. Manchester United vs Bayern Munchen - Final UCL 1998/1999 (2-1)
Tempat : Nou Camp Stadium, Barcelona
Waktu : 26 Mei 1999
Gol : Basler '6, Sherringham '90+1, Solskjaer '90+3
 

 Saat paling menegangkan : Injury time ('90+)

Dan inilah partai paling dramatis sepanjang sejarah final Liga Champions. Bagaimana tidak. Karena saat itu hingga menit kesembilan puluh waktu normal, Bayern Muenchen masih unggul satu gol atas Manchester United lewat tendangan bebas Mario Basler di awal babak pertama. Bahkan menit ke '90 Lothar Matthäus sudah ditarik keluar dan mendapat applous dari seluruh Nou Camp seakan sudah juara. Keajaiban pun datang saat waktu tambahan diberikan wasit. Dua pemain pengganti Manchester, Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer berhasil menjebol gawang Oliver Kahn dalam waktu kurang dari tiga menit. Saking tragisnya para pemain Munchen sampai tidak sanggup melanjutkan pertandingan gan! No more extra time, no more penalty shoot out. Munich cry, United fly.

2 komentar:

  1. Paling Dramatis yang United no.1 bro.........Supporter Munchen udah seneng2 mau liat tim kesayangannya juara eh mimpi itu harus terkubur dalam2 di Injury Time...Nice post bro.

    BalasHapus
  2. Betul sekali yang no 1 paling tragis, karna si piala champions nya dah di bawa keluar dengan pita bayern munchen namun di bawa kembali karna come back Mu

    BalasHapus